Gagasan Gubernur ini langsung mendapat sambutan hangat dari Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Dia melihat ini bukan sekadar wacana, tapi langkah strategis.
"Menurut kami ini peluang yang sangat baik dalam rangka menyiapkan budaya "safety" sejak dini. Apa yang disampaikan Ibu Gubernur sangat bagus dan relevan,” ujar Syafii.
Dia bahkan tak ragu menyebut Jawa Timur punya potensi jadi percontohan. Komitmen pemprov dinilainya kuat, sehingga daerah ini layak jadi "leading sector" untuk inisiatif serupa di tingkat nasional. Sebuah optimisme yang terasa wajar, mengingat Jatim memang kerap jadi barometer di banyak hal.
Jadi, selain fokus pada kesiapan SAR jangka pendek, ada upaya paralel yang digarap: menyiapkan generasi yang lebih paham dan siap menghadapi bencana. Sebuah investasi keselamatan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global
Misteri Batu Berjalan di Death Valley Terpecahkan Berkat Es dan Angin