SURABAYA - Saat mendampingi Kepala Basarnas dalam pemantauan Siaga SAR Lebaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru menyoroti hal yang lebih mendasar. Dia mendorong agar edukasi soal kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Tujuannya jelas: membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana sedari dini.
“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar "awareness" terbentuk kuat,” tegas Khofifah, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan budaya siaga yang tertanam sejak awal. Tanpa itu, semua upaya penanggulangan bisa jadi kurang maksimal.
Nah, untuk mewujudkannya, Khofifah melihat perlunya integrasi yang lebih terstruktur. Kurikulum dari Kementerian Pendidikan, katanya, harus bisa mengakomodasi materi kebencanaan secara sistematis. Dia punya ide yang cukup konkret. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang bisa dijadikan titik awal. Apabila peringatan dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap memadukan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA dan SMK.
“Bahkan, kita bisa bentuk tim siaga bencana yang melibatkan siswa langsung,” tambahnya.
Artikel Terkait
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global
Misteri Batu Berjalan di Death Valley Terpecahkan Berkat Es dan Angin