Menurutnya, aksi kekerasan ini sudah melampaui batas kemanusiaan. “Kita tidak boleh memberi celah untuk kejadian seperti ini terulang lagi. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga korban,” tambah Gubernur, berharap tragedi serupa tak terulang di masa depan.
Prosesi pemulangan pun segera dilakukan. Jenazah kedua prajurit yang gugur telah diautopsi di RSAL dr Oetojo. Rencananya, mereka akan disemayamkan dulu di Markas Pasmar 3 sebelum diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing pada Senin (23/3/2026). Adapun prajurit yang terluka, kondisinya masih kritis. Rencananya, dia akan dirujuk ke Jakarta untuk perawatan yang lebih intensif.
Sampai saat ini, operasi pengejaran masih terus berlangsung. Aparat gabungan TNI menyisir wilayah Maybrat dan jalur-jalur hutan yang diduga jadi rute pelarian para pelaku. Upaya ini tak main-main, mengingat serangan di Tambrauw awal Maret lalu juga sudah merenggut nyawa warga sipil. Insiden di Maybrat ini, sayangnya, hanya menambah catatan kelam kekerasan bersenjata di wilayah Papua Barat Daya.
Artikel Terkait
Brigadir Polda Metro Jaya Meninggal Diduga Akibat Kelelahan Usai Tugas Mudik
Menhub Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24, 28, dan 29 Maret 2026
Prabowo Unggah Momen Keluarga Intim di Ulang Tahun Putra Semata Wayang
Empat Pelajar Nyaris Tewas Terseret Arus di Pantai Parangtritis, Polres Bantul Beri Imbauan Keras