Kemajuan Proyek Kilang Pertamina: RFCC Balikpapan Mulai Beroperasi
PT Pertamina telah memulai tahap awal pengoperasian unit pengolahan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang merupakan bagian vital dari Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Pengoperasian unit ini menandai tonggak penting dalam peningkatan kapasitas kilang nasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa unit RFCC ini dirancang untuk memproduksi solar, avtur, dan LPG. Ia menekankan bahwa proyek ini berjalan secara terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya.
Teknologi RFCC memegang peran kritis dalam industri pengolahan minyak. Teknologi ini mengubah residu atau sisa minyak mentah menjadi produk-produk bernilai tinggi. Keberadaan RFCC di Kilang Balikpapan akan menjadikannya unit RFCC terbesar yang dioperasikan oleh Pertamina, yang secara signifikan akan meningkatkan output dan kualitas produk BBM.
Selain RFCC, Pertamina juga memiliki target untuk mengoperasikan unit nafta block yang difokuskan untuk produksi bensin pada tahun 2026. Secara keseluruhan, proyek RDMP Balikpapan diharapkan dapat mendongkrak kapasitas produksi bahan bakar minyak nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Artikel Terkait
RMKE Catat Pendapatan Rp2,2 Triliun di 2025, Jasa Logistik Jadi Penopang Laba
Tujuh Saham Perbankan Catat PBV di Bawah 1 pada Awal April 2026
IHSG Melonjak 1,45% ke 7.150, Didukung Kenaikan Luas di Semua Sektor
Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Berturut-turut, Ditopang Penuh Sektor Nonmigas