Kemenhub Sediakan Live Streaming Kondisi Jalan untuk Pantau Arus Mudik

- Minggu, 22 Maret 2026 | 19:45 WIB
Kemenhub Sediakan Live Streaming Kondisi Jalan untuk Pantau Arus Mudik

Buat para pemudik tahun ini, ada kabar bagus dari Kementerian Perhubungan. Mereka menyediakan siaran langsung atau live streaming kondisi jalan. Jadi, Anda bisa memantau pergerakan lalu lintas secara real time dari mana saja, kapan saja. Cukup praktis, bukan?

Layanan ini bisa diakses lewat situs resmi mereka. Intinya, Anda tinggal buka halaman tertentu, lalu tayangan langsung dari sejumlah titik jalan akan muncul. Menurut informasi yang beredar, ini jadi salah satu upaya untuk memudahkan pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Langkah-Langkah Simpel Pantau Jalan

Nah, kalau penasaran caranya, begini langkahnya. Pertama, akses alamat situs layanan info mudik Kemenhub. Di halaman itu nanti, Anda akan langsung disuguhi siaran langsung dari beberapa lokasi strategis. Prosesnya sederhana, tidak perlu login atau hal ribet lainnya.

Selain dari Kemenhub, ada juga opsi lain. Anda bisa memantau melalui CCTV yang disediakan Kementerian PUPR untuk jalan tol dan non-tol. Caranya pun tak kalah mudah.

Untuk Jalan Tol:

  • Kunjungi laman khusus CCTV tol di situs mudik PUPR.
  • Gulir ke bawah, dan Anda akan menemukan daftar ruas jalan tol lengkap dengan status CCTV yang aktif.
  • Tinggal klik menu "Melihat CCTV" pada ruas yang Anda minati. Kalau mau cepat, pakai fitur pencarian dengan mengetik nama ruas tolnya.

Untuk Jalan Non-Tol:

  • Prinsipnya hampir sama. Buka halaman CCTV non-tol.
  • Setelah itu, scroll untuk lihat daftar kamera yang tersedia.
  • Pilih lokasi yang ingin dipantau, klik, dan Anda bisa langsung melihat kondisi jalan saat itu juga.

Kapan Puncak Kepulangan?

Di sisi lain, soal arus balik nanti tampaknya akan cukup padat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah mengeluarkan prediksi. Menurutnya, puncak arus balik Lebaran 2026 ini bakal terbagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 Maret. Sedangkan gelombang kedua menyusul pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026. Prediksi ini dia sampaikan usai memimpin monitoring pengamanan malam takbiran di Medan.

Untuk mengatasi kemacetan parah, Sigit punya saran. Dia mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan pulang. Salah satu triknya adalah memanfaatkan program work from home (WFH) yang rencananya dibuka pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret.

"Prediksi puncak arus balik pertama terjadi pada tanggal 24 dan 25 Maret, sedangkan puncak arus balik kedua pada 28 dan 29 Maret. Kami menyarankan masyarakat untuk menghindari puncak tersebut dengan memanfaatkan program WFH yang akan dibuka pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret guna mengurai potensi kepadatan,"

Jadi, intinya ada waktu 'jendela' di antara dua puncak itu. Kalau bisa mengatur jadwal pulang di hari-hari tersebut, perjalanan mungkin akan lebih lancar. Bagaimanapun, persiapan dan informasi yang matang adalah kunci mudik yang aman.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar