Militer Israel sendiri mengaku akan menyelidiki masalah kegagalan ini. Lewat sebuah postingan di X, Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer, menuliskan pernyataan resmi.
"Sistem pertahanan udara beroperasi tetapi tidak mencegat rudal. Kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya," tulis Defrin.
Kerusakan yang terjadi ternyata cukup luas. Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan tiga bangunan di Arad terkena dampak, dengan satu di antaranya bahkan terbakar. Situasi ini memaksa Komando Pertahanan Dalam Negeri mengambil langkah cepat: memerintahkan sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk memindahkan aktivitas belajar ke dalam jaringan.
Petugas medis di lapangan, Riyad Abu Ajaj, menggambarkan kekacauan yang ia saksikan. "Ada kehancuran luas di lokasi serangan," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Banyak sekali kekacauan di tempat kejadian," tambahnya, menggambarkan situasi saat itu.
Operasi penyelamatan di Arad ini seolah mengulangi adegan yang baru terjadi di Dimona, kota yang jaraknya cuma sekitar 25 kilometer ke arah barat daya. Rekaman video dari lokasi serangan di Dimona menunjukkan sebuah kawah besar menganga di tanah, dikelilingi tumpukan puing dan besi-besi yang sudah bengkok tak karuan.
Artikel Terkait
Ragunan Ramai Libur Lebaran, Puncak Pengunjung Diprediksi Capai 100 Ribu Besok
Ragunan Dipadati Pengunjung, Puncak Keramaian Diprediksi Besok
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Rumah untuk Gus Yaqut
Banjir Ciracas Belum Surut, Warga Bersihkan Rumah di Hari Kedua Lebaran