Di tengah dentuman serangan yang masih sesekali menggema, warga Iran merayakan Idulfitri. Ribuan umat Muslim berkumpul untuk salat Id pada Sabtu, 21 Maret 2026, menandai berakhirnya Ramadan di negara itu. Suasana haru bercampur syukur terasa, terutama di Masjid Agung Imam Khomeini di jantung Teheran.
Kerumunan jemaah memadati area masjid sejak fajar. Karena tak muat di dalam, banyak yang terpaksa melaksanakan salat di luar ruangan. Televisi pemerintah setia menayangkan gambar-gambar itu kerumunan orang di sekitar masjid, meski ancaman serangan selalu membayang.
Tak hanya di Teheran. Siaran televisi nasional juga menampilkan suasana serupa dari kota-kota lain: Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, hingga Abadan di barat. Perayaan hari kemenangan ini berlangsung dalam situasi yang sungguh tidak ideal. Ibu kota Iran masih terus dibombardir hampir setiap hari sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu.
Di sisi lain, dari layar akun media sosialnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan ucapan selamat. Lebih dari sekadar ucapan, dia menyelipkan apresiasi yang mendalam.
Artikel Terkait
Ragunan Ramai Libur Lebaran, Puncak Pengunjung Diprediksi Capai 100 Ribu Besok
Ragunan Dipadati Pengunjung, Puncak Keramaian Diprediksi Besok
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Rumah untuk Gus Yaqut
Banjir Ciracas Belum Surut, Warga Bersihkan Rumah di Hari Kedua Lebaran