“Kami belum menutup selat ini. Menurut pendapat kami, selat ini terbuka. Selat ini hanya ditutup untuk kapal-kapal milik musuh kami, negara-negara yang menyerang kami. Bagi negara lain, kapal dapat melewati selat ini,” tegas Araghchi dalam wawancaranya dengan Kyodo News.
Dia bahkan menawarkan jaminan keamanan.
“Kami siap memberi mereka jalur aman jika terjadi kontak... Yang perlu mereka lakukan hanyalah menghubungi kami untuk membahas bagaimana rute ini akan berjalan,” ujarnya lagi, menurut transkrip wawancara yang dia sebarkan.
Jadi, intinya sekarang semua pihak lagi cari jalan tengah. Korsel aktif lobi, Iran kasih syarat. Tinggal nunggu hasilnya gimana. Semoga aja cepat kelar, soalnya dampaknya ke pasokan energi global bisa lumayan besar.
Artikel Terkait
BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik Lebaran 2026
Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Hanya Rp 1 pada H+1 dan H+2 Lebaran 2026
Kebijakan WFA Pasca-Lebaran 2026 Berlaku untuk ASN dan Swasta 25-27 Maret
Ivan Gunawan Rayakan Idulfitri Pertama di Masjid yang Ia Bangun di Depok