Setiap Idulfitri, ucapan "minal aidin wal faizin" seolah sudah menjadi soundtrack wajib. Bergema di mana-mana, dari pesan singkat hingga salam saat bersilaturahmi. Tapi pernahkah kita benar-benar merenung, apa sih arti sebenarnya di balik frasa yang begitu akrab itu?
Secara harfiah, ungkapan ini punya makna yang dalam. Kata "aidin" itu berakar pada makna "kembali". Sementara "faizin" berarti "orang-orang yang meraih kemenangan". Kalau dirangkai, jadi sebuah doa yang powerful: semoga kita termasuk golongan yang kembali kepada kesucian fitrah, sekaligus jadi pemenang.
Menurut penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), kemenangan di sini bukan cuma soal berhasil menuntaskan puasa sebulan penuh. Lebih dari itu. Ini tentang kemenangan batin mengalahkan hawa nafsu, mengendalikan diri, dan berhasil membawa pulang "modal" kebaikan Ramadan untuk diinvestasikan di sebelas bulan berikutnya.
Jadi, jelas ini bukan sekadar basa-basi. Ucapan itu adalah doa yang sarat harapan, agar transformasi spiritual yang kita usahakan di bulan suci betul-betul membekas. Agar kita tak kembali seperti sebelumnya, melainkan menjadi versi diri yang lebih baik.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Lembang Macet Total Akibat Padatnya Pemudik dan Wisatawan Lebaran 2026
Istri Bawa Ketupat ke Rutan KPK, Noel Balas Beri Jatah Makanan untuk Keluarga
Presiden Prabowo Berbaur dengan Warga di Open House Istana Merdeka
Presiden Apresiasi Kemajuan Pemulihan Pascabencana di Sumatera