Usai menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan penjelasan terkait kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Senin lalu itu, ia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengencangkan ikat pinggang belanja negara sama sekali tidak akan mengganggu bantuan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat.
Intinya, efisiensi itu bakal diterapkan pada hal-hal yang bisa ditunda. “Yang menyangkut kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada efisiensi,” tegas Gus Ipul. Menurutnya, yang akan disisir adalah pos-pos belanja yang sifatnya kurang mendesak atau sekadar seremoni belaka.
“Efisiensi itu pada dasarnya untuk hal-hal yang masih bisa ditunda. Tetapi yang menyangkut kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada efisiensi. Yang akan disisir adalah mana yang bisa ditunda, mana yang prioritas, mana yang sifatnya hanya seremoni,”
ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterbitkan Sabtu lalu.
Di sisi lain, Gus Ipul menjelaskan bahwa arahan presiden sangat jelas: anggaran harus tepat sasaran. Situasi global yang masih fluktuatif menuntut kebijakan fiskal yang lebih hati-hati dan efektif. Karena itu, evaluasi akan difokuskan pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak urgent.
Artikel Terkait
Jakarta Tawarkan Opsi Mudik ke Ibu Kota dengan Beragam Insentif Jelang Lebaran
Indonesia Siaga Karhutla, Refleksi 1998: Antara Faktor Alam, Kesalahan Manusia, dan Pelajaran Diplomasi
Lima Orang Terluka dalam Tabrakan Dua Mobil di Jalan Raya Bojonegoro
Korlantas Terapkan Sistem One Way di Tol Cikampek Akibat Lonjakan Arus Lebaran