Dia juga menyentuh serangan gabungan AS dan Israel yang terjadi sebelumnya. Menurut laporan Al Jazeera, Mojtaba menyebut kedua negara itu keliru jika mengira bisa menguasai Iran, apalagi usai menewaskan sejumlah petinggi di sana. Justru sebaliknya yang terjadi.
“Khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut... mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud,” ujarnya.
Namun begitu, kenyataannya jauh dari harapan mereka. “Telah muncul keretakan di pihak musuh,” tambah Mojtaba dengan nada percaya diri.
Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara, sosok Mojtaba memang tak terlihat publik. Dia hanya berkomunikasi lewat pesan tertulis. Ketidakhadirannya ini justru menimbulkan banyak tanda tanya, meski pesan-pesannya terus mengalir penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal, Pengamanan Diperketat
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga
DKI Jakarta Terapkan Tarif Transportasi Umum Rp 1 pada Hari Raya Idul Fitri 2026
Idul Fitri Momentum Perkuat Solidaritas dan Seruan Keadilan Sistemik