"Mereka urunan, kemudian beli 10 kantong miras dengan harga Rp 150 ribu," kata Iwan.
Dari sepuluh kantong miras oplosan itu, beberapa sudah habis ditenggak. Parahnya lagi, mereka mencampurnya dengan minuman berenergi. Kombinasi yang sangat riskan untuk kesehatan.
Alih-alih langsung diproses hukum, para remaja itu lebih dulu diberikan pembinaan intensif oleh petugas. Setelah pendataan selesai dan orang tua mereka dihubungi, remaja-remaja itu akhirnya dipulangkan.
Namun begitu, polisi tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Kami sangat menyayangkan tindakan mereka," tambah Iwan Setiawan dengan nada kesal. "Di momen malam Idulfitri ini malah menenggak minuman keras dengan dalih takbiran keliling."
Sebuah peringatan keras, bukan hanya untuk mereka, tapi juga untuk kita semua. Momen religius seharusnya diisi dengan hal yang positif, bukan malah dibelokkan untuk hal-hal yang merusak.
Artikel Terkait
Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal, Pengamanan Diperketat
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga
DKI Jakarta Terapkan Tarif Transportasi Umum Rp 1 pada Hari Raya Idul Fitri 2026
Idul Fitri Momentum Perkuat Solidaritas dan Seruan Keadilan Sistemik