Dari sisi kelautan, misalnya, gelombang dan angin terpantau kondusif. "Sehingga tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap pelayaran di Indonesia," katanya.
Di sisi lain, BMKG ternyata tak hanya pasif memantau. Mereka aktif melakukan modifikasi cuaca, seperti yang saat ini berlangsung di Riau. Tujuannya jelas: menurunkan hujan buatan untuk mencegah karhutla saat kemarau nanti.
Operasi serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain, termasuk Jakarta dan Jawa. Faisal menegaskan, langkah ini bersifat situasional. "Ini tergantung kondisi," pungkasnya.
Jika ada ancaman hujan ekstrem, timnya akan segera turun tangan. Modifikasi cuaca bisa menekan intensitas hujan hingga 20-50 persen, mencegah banjir yang kerap mengintai.
Artikel Terkait
Lapas dan Rutan di Jakarta Buka Kunjungan Keluarga Saat Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026 Pecahkan Rekor, 270 Ribu Kendaraan di Jalan Tol
Polisi Cianjur Putar Balik Rombongan Pawai Bedug demi Keselamatan dan Kelancaran Mudik
Bandara SMB II Palembang Catat Kenaikan 10,5% Pergerakan Pesawat Menjelang Lebaran 2026