Di punggungnya, tas ransel penuh muatan: pakaian, sepatu, perlengkapan camping, bahkan kompor dari kontrakannya. Bekal untuk Lebaran pun sederhana saja: cilok dagangannya dan sebotol sirop.
Sudah dua tahun Asep menggeluti usaha cilok ini. Pola hidupnya seperti roda berputar: kerja beberapa bulan di Bandung, lalu pulang ke Ciamis dengan berjalan kaki. Namun belakangan, penghasilannya merosot.
"Tapi ini sudah satu bulan lebih penjualan merosot," ungkapnya dengan jujur. "Sehari teh cuma dapet Rp100 ribu, setorannya Rp70 ribu, saya dapet Rp30 ribu."
Di tengah segala keterbatasan, satu hal yang jelas: tekadnya untuk bertemu ibu di kampung halaman tak bisa dibeli dengan uang.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka