Rindu pada sang ibu memang tak pernah pandang waktu. Atau kondisi dompet. Itulah yang dirasakan Asep Kumala Seta, pedagang cilok berusia 31 tahun yang nekat mudik dari Bandung ke Ciamis dengan cara yang tak biasa: jalan kaki dan numpang truk. Semuanya karena keterbatasan biaya.
Sehari-hari, pria ini berkeliling kampung di kawasan Cibaduyut menjajakan cilok. Tapi Lebaran tahun ini berbeda. Uang tak cukup untuk beli tiket. Namun begitu, hasrat untuk pulang kampung jauh lebih kuat.
"Saya tadi pergi jalan kaki dari Cibaduyut sekitar jam 12 siang," cerita Asep.
Ia kemudian naik bus Damri dari Leuwi Panjang sampai Cibiru. "Setelah itu uang saya pas-pasan, saya langsung naik truk sampai Rancaekek, dan dilanjut lagi truk lain sampai Nagreg," lanjutnya. Ia ditemui di depan Pos Pam Cikaledong, Nagreg, pada Selasa malam.
Tapi perjalanan panjang jarang berjalan mulus. Pernah suatu kali, ia dapat tumpangan truk menuju Garut. Eh, malah belok ke Kadungora. Ya sudah, terpaksa turun dan melanjutkan dengan kaki lagi sampai Cikaledong.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka