Bank Indonesia punya pandangan suram soal dampak konflik di Timur Tengah. Menurut mereka, perang yang berkecamuk sejak akhir Februari 2026 itu memperburuk prospek ekonomi dunia.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan lebih detail dalam konferensi pers virtual.
“Melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antar negara,” katanya. Imbasnya, pertumbuhan ekonomi global terancam melambat sementara tekanan inflasi justru meningkat.
Respons atas Investigasi Dagang AS
Sementara itu, dari sisi perdagangan internasional, ada ancaman lain yang direspons pemerintah. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, menyebut pemerintah akan berdiskusi dengan pelaku usaha dan asosiasi industri. Tujuannya, membahas investigasi yang dilakukan United States Trade Representative (USTR) melalui pasal 301.
Langkah ini penting untuk mematangkan posisi Indonesia sebelum proses konsultasi dengan Pemerintah AS benar-benar dimulai.
Pendaftaran Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik Dibuka Lagi
Ada juga kabar soal peluang investasi. Danantara Indonesia, lewat PT Danantara Investment Management (DIM), kembali membuka pendaftaran bagi calon mitra proyek Waste-to-Energy atau PSEL. Ini gelombang kedua, setelah seleksi untuk wilayah Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta rampung digelar.
Bagi perusahaan yang berminat terjun di bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik, kesempatan ini mungkin patut dipertimbangkan.
Artikel Terkait
Menteri Parekraf Apresiasi Banten Creative Fest, Soroti Anggaran Rp10 Triliun untuk Ekraf
Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari CCTV, Tegaskan Bukan Buatan AI
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026
Elnusa Petrofin Kerahkan 1.885 Mobil Tangki Dukung Distribusi BBM Saat Mudik