Di pengujung laga, giliran Maxwell yang mendapat kesempatan emas dari titik putih. Sayang, tendangan penaltinya gagal menemui sasaran. Seandainya bola itu masuk, skor 2-1 bisa saja mengunci tiga poin untuk Macan Kemayoran. Tapi sepak bola memang sering tak sejalan dengan harapan.
Tak lupa, ia menyampaikan permintaan maaf. Suaranya terdengar tulus.
Di sisi lain, manajemen Persija berusaha melihat masalah ini secara lebih luas. Mereka engkau menyederhanakan cerita panjang 90 menit itu hanya menjadi satu momen gagal penalti. Sepak bola adalah soal dinamika, kerja keras tim, dan performa kolektif. Hasil imbang itu adalah akumulasi dari semua yang terjadi di lapangan, bukan semata-mata karena satu tendangan yang meleset.
Meski begitu, rasa getir itu pasti masih ada. Bagi Maxwell, bagi rekan-rekannya, dan tentu saja bagi ribuan Jakmania yang memadati tribune JIS. Laga itu telah usai, tapi pelajaran dan tekad untuk bangkit jelas masih tersisa. Perjalanan musim masih panjang.
Artikel Terkait
Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaraan Mudik Keluar Jakarta, Sistem Satu Arah Diterapkan
Petugas Pengadilan Negeri Jakpus Main Game Saat Jam Kerja, Pihak Pengadilan Lakukan Penelusuran
Tiket Mudik Lebaran KAI Terjual 3,48 Juta, Masih Tersisa 1 Juta Kursi
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari