Gelombang mudik Lebaran kian terasa. Menjelang puncaknya yang diprediksi terjadi pada 18-19 Maret mendatang, jalanan tol mulai dipadati kendaraan. Tak heran, berbagai rekayasa lalu lintas pun mulai dijalankan untuk mengurai kemacetan.
Data dari Jasa Marga per Selasa (17/3) mencatat, sudah lebih dari 1,1 juta kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek. Mereka memadati empat gerbang utama: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Angka itu terkumpul sejak sepuluh hari sebelum Lebaran, dan dipastikan bakal terus bertambah.
Kalau dilihat distribusinya, arus ke timur mendominasi. Sekitar 385 ribu kendaraan atau hampir setengah dari total pemudik memilih rute itu. Sementara itu, arah barat ditempuh 254 ribu kendaraan, dan ke selatan sekitar 172 ribu.
Meningkatnya volume kendaraan ini langsung direspons dengan penerapan sistem satu arah. Salah satunya di ruas Batang-Pemalang, dari KM 70 hingga KM 263. Kebijakan ini diambil setelah lalu lintas membludak melebihi 6.000 kendaraan per jam secara berturut-turut.
Tak cuma di titik itu, sistem serupa juga diberlakukan secara nasional. Dari KM 29 Bekasi hingga KM 420 Semarang, rekayasa ini siap diaktifkan jika volume lalu lintas menyentuh angka 7.000 kendaraan per jam. Tujuannya jelas: mencegah kemacetan yang lebih parah.
ZINC Buka Booth Keramas Gratis, Pemudik: "Mantap Pokoknya"
Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, rest area menjadi oasis bagi para pemudik yang lelah. Salah satu yang menarik perhatian tahun ini adalah booth dari ZINC di Rest Area KM 102 A. Mereka menawarkan layanan keramas gratis.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan
Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran