Kedua, ARCI juga direkomendasikan. Target harganya berturut-turut Rp1.880, Rp2.020, dan Rp2.490. Lonjakan harga emas global yang tembus rekor di atas US$5.000 per ons awal tahun ini jadi angin segar bagi margin perusahaan.
“Setiap kenaikan harga emas langsung tercermin pada pendapatan dan laba bersih perusahaan,” tambahnya.
Tapi Nafan mengingatkan, beli asing yang selektif ini belum cukup buat dongkrak IHSG secara keseluruhan. Secara teknikal, dia memprediksi dua skenario: positifnya IHSG bisa uji level 8.394, tapi kalau negatif, malah berpotensi sentuh 6.746.
Menurutnya, sentimen pasar sekarang lebih didikte kondisi fiskal dan geopolitik global yang ruwet. Langkah BI pertahankan suku bunga di 4,75% diapresiasi, begitu pula keputusan pemerintah menahan defisit APBN.
“Kalau ke depan pemerintah konsisten dengan kebijakan yang pro-pasar, capital inflow pasti akan mengalir ke sini. Tapi BEI dan OJK juga harus dorong reformasi pasar modal secara menyeluruh,” tandas Nafan.
Perlu diingat, informasi ini bukan ajakan beli atau jual. Keputusan investasi ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
TNI Umumkan Empat Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Tiga Berpangkat Perwira
OMG Beauty dan ParagonCorp Fasilitasi Mudik Gratis Ratusan Pemudik dari Monas
Nyepi dan Idulfitri Berdekatan di Maret 2026, Wakil Ketua MPR Soroti Momentum Kerukunan
Empat Personel TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS