ungkapnya.
Untungnya, dalam peristiwa ini korban tidak mengalami kerugian materi. Aksi si pelaku berhasil digagalkan berkat kewaspadaan jemaah lain. Meski begitu, kejadian ini jadi pengingat yang cukup keras. Pengelola Istiqlal pun mengimbau semua jemaah untuk lebih waspada.
Jangan sampai lengah. Asda menekankan, dalam kerumunan yang padat, selalu ada risiko yang mengintai. Terutama bagi jemaah yang baru pertama kali datang.
“Jamaah yang sudah terbiasa ke Istiqlal biasanya sudah paham situasi,” katanya.
Namun begitu, bagi pengunjung baru, suasana masjid yang besar dan ramai bisa menimbulkan rasa aman yang palsu. Pelaku justru memanfaatkan momen-momen dimana jemaah lengah: saat istirahat, mengantre takjil, atau sekadar mengecas ponsel.
Jadi, saling jaga. Itu pesan utamanya. Di tengah kekhusyukan ibadah, kesadaran kolektif untuk mengamankan barang bawaan sendiri dan membantu mengawasi lingkungan sekitar menjadi benteng yang paling efektif.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Penyebaran Foto Palsu AI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kemacetan Mulai Landa Ruas Tol Jelang Mudik, Contraflow dan One Way Diterapkan
Posko Kesehatan di PLBN Skouw Siap Antisipasi Mudik Lebaran 2026
KPK Tahan Mantan Staf Khusus Yaqut, Gus Alex Bantah Perintah Pembagian Kuota Haji