Ia punya usulan konkret. Alih-alih memadati jalan raya, warga bisa berkumpul di masjid atau lapangan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan begitu, semangat beribadah tetap terjaga tanpa mengganggu kepentingan umum.
“Silakan melakukan takbir di wilayah masing-masing. Tidak pernah ada yang melarang untuk takbiran, tapi yang dilarang adalah konvoi dan bermain petasan pada malam Lebaran,” imbuhnya sekali lagi untuk memperjelas.
Harapannya jelas: malam takbiran yang aman, tertib, dan penuh makna. Agar kebahagiaan kemenangan Idulfitri bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa kekhawatiran.
Dalam kesempatan Safari Ramadan tersebut, Appi juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan sisa hari di bulan suci ini. Ibadah ditingkatkan, tentu saja. Tapi ia juga menekankan soal sinergi.
“Kegiatan di masjid ini sangat ampuh untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.
Baginya, forum seperti ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah jembatan. Sarana mempererat ikatan antara pemerintah dan warga yang dipimpinnya. Sebuah hubungan baik yang ia anggap vital untuk memastikan program pembangunan kota bisa berjalan optimal.
“Antara pemerintah dan masyarakat itu harus punya ikatan yang baik,” pungkas Appi menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara untuk Libur Nyepi dan Idul Fitri
Menteri Perhubungan Blusukan ke Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan H-3 Arus Mudik
Pakar Dukung Pembatasan Kuota PTN, Soroti Perluasan Beasiswa dan Pemberdayaan PTS
Bandara Soekarno-Hatta Ramai Penumpang Mudik Lebaran Sejak Dini Hari