Mereka adalah gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD Kediri, TNI/Polri, plus sejumlah relawan seperti WANA Rescue dan Tagana. Begitu ditemukan, jasad Arfan segera dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke rumah duka di Dusun Sambirejo.
Cerita duka ini berawal dari Minggu (15/3/2026) siang. Sekitar pukul 13.30 WIB, Arfan sedang asyik bermain dan berenang di sungai bersama temannya, Muhammad Aska Alfarisi. Situasi yang seharusnya menyenangkan, berubah jadi petaka.
Arus sungai ternyata lebih deras dari yang diduga. Arfan tiba-tiba terseret dan hilang dari pandangan. Yang membuat hati miris, temannya saat itu memilih untuk tidak langsung melapor karena ketakutan.
Pencarian baru benar-benar dimulai setelah warga menemukan sepeda Arfan terparkir di tepi sungai. Barulah malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, kabar bahwa Arfan tenggelam terungkap. Semua sudah terlambat.
Saat ini, keluarga di Dusun Sambirejo hanya bisa menunggu. Mereka menanti kedatangan tim Inafis untuk proses identifikasi resmi sebelum sang bocah akhirnya diberangkatkan ke peristirahatan terakhirnya.
Artikel Terkait
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total
Dua Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Orleans Masters