Di sisi lain, tantangan lain yang mengemuka adalah soal pengawasan. Angkanya saja sudah mencengangkan: hanya 23 polisi hutan yang bertugas menjaga lahan seluas 81.000 hektare. Celah yang terlalu besar, dan tentu saja dimanfaatkan oleh para perambah.
Menyikapi hal ini, Titiek menekankan perlunya sinergi. Ia berharap ada dukungan dari Polri untuk membantu mengamankan titik-titik rawan di kawasan yang sangat luas tersebut.
Kunjungan lapangan ini seperti memberi sinyal. Ada kemauan politik untuk menyelamatkan Tesso Nilo, tapi jalan yang ditempuh harus bijak, mempertimbangkan ekologi dan juga manusia yang hidup di dalamnya.
Artikel Terkait
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza
Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Bangka Selatan, Sita 10,53 Gram
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Merak Saat Puncak Arus Mudik