JAKARTA Menjelang puncak arus mudik, suasana di Pelabuhan Gilimanuk terasa mencekam. Truk-truk kontainer berjejal, antrean kendaraan memanjang. Kepadatan ini, rupanya, tak lepas dari ulah sejumlah pengusaha logistik yang dianggap mengabaikan aturan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
"Contoh nyata ya di Gilimanuk itu," ujarnya kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
"Ini membuktikan aturan pembatasan operasional barang punya alasan kuat. Tujuannya jelas: agar arus mudik lancar dan, yang paling penting, selamat."
Aturan yang dimaksud tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang sudah berlaku sejak awal Februari. Sayangnya, imbauan itu seolah masuk angin bagi beberapa pihak. Padahal, momentum Lebaran selalu diwarnai lonjakan penumpang yang luar biasa di semua moda transportasi.
Dudy pun kembali menegaskan.
"Kami minta para pengusaha logistik untuk tidak egois. Jangan cuma lihat sektor sendiri. Ada kepentingan masyarakat luas yang harus kita layani, yang harus kita akomodasi selama masa mudik ini," tambahnya.
Artikel Terkait
TASPEN Lepas 35 Bus untuk Mudik Gratis, 1.400 Pemudik Dijamin Asuransi
Dosen Laporkan Penumpang KRL ke Polisi atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Ramai, Puncak Diprediksi 18-20 Maret
Panglima TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial