“Rinciannya, 101 untuk rute internasional dan 634 untuk domestik,” jelasnya.
“Harapannya, langkah ini bisa memberi kapasitas lebih buat masyarakat yang mau mudik atau balik nanti. Sekaligus menjaga operasional bandara tetap lancar di saat puncak arus Lebaran,” imbuh Yudistiawan.
Di sisi lain, persiapan di lapangan juga digenjot. Bandara Soetta telah mengaktifkan posko terpadu angkutan Lebaran yang bakal berjaga dari 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini jadi titik koordinasi yang melibatkan banyak pihak: mulai dari maskapai, manajemen bandara, TNI/Polri, hingga penyedia layanan darat dan instansi terkait lainnya.
Soal keamanan, pengawasan di area terminal diperketat. Pemeriksaan kendaraan secara acak jadi salah satu cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka juga sudah menguji genset cadangan, siapa-siapa kalau tiba-taja ada gangguan listrik.
Infrastruktur pendukung pun dipastikan siap tempur. Tiga landasan pacu, 175 tempat parkir pesawat, dan 115 aviobridge dipantau kondisinya. Untuk kenyamanan penumpang, ketersediaan kereta bagasi dan troli kabin ditambah. Layanan Skytrain dan shuttle bus antar terminal juga dioptimalkan agar perpindahan penumpang lebih cepat dan nyaman.
Semua persiapan ini, pada akhirnya, punya satu tujuan: memastikan perjalanan mudik berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala yang berarti.
Artikel Terkait
TASPEN Lepas 35 Bus untuk Mudik Gratis, 1.400 Pemudik Dijamin Asuransi
Dosen Laporkan Penumpang KRL ke Polisi atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Ramai, Puncak Diprediksi 18-20 Maret
Panglima TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial