Setelah pemeriksaan lebih mendalam, terkuaklah gambaran cedera yang dihadapi Andrie. Sekitar 20% tubuhnya mengalami luka bakar. Sementara pada mata kanan, terjadi trauma kimia dengan tingkat keparahan tinggi masuk kategori tiga pada fase akut. Kondisi inilah yang memicu penurunan tajam penglihatan dan merusak permukaan kornea.
Untuk menangani kerusakan mata itu, tim dokter telah melakukan tindakan. Jaringan yang rusak pada mata kanannya dibersihkan, lalu dilakukan transplantasi membran amnion. Tujuannya jelas: melindungi permukaan mata dan mendorong proses penyembuhan agar berjalan lebih baik.
Saat ini, Andrie masih mendapatkan perawatan intensif di High Care Unit (HCU) khusus luka bakar. Dia diawasi ketat oleh tim medis multidisiplin, gabungan dari spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, dan kegawatdaruratan. Beragam terapi juga dijalani, mulai dari perawatan luka rutin, pemberian antibiotik dan anti-inflamasi, hingga vitamin dan obat untuk mengontrol tekanan bola matanya.
Janji Penyelesaian dari Polda Metro Jaya
Di sisi lain, proses hukum untuk mengungkap pelaku terus digenjot. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman ini.
"Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro, Senin (16/3).
Dia menyebut langkah ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri. Prinsip kehati-hatian jadi pedoman, agar setiap informasi yang keluar ke publik sudah terverifikasi dengan baik dan tidak memicu spekulasi yang menyesatkan.
Artikel Terkait
Forum Energi Indo-Pasifik di Tokyo Sepakati Komitmen Stabilkan Pasokan di Tengah Ketegangan Global
Golkar Siapkan 20 Bus Mudik Gratis untuk Tiga Provinsi
Polisi Periksa Baju Meleleh dan Helm Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Arus Mudik Mulai Padat di Tol Cipali, Volume Kendaraan Naik 9,2 Persen