Namun begitu, kehadiran petugas di lapangan tetap mutlak diperlukan. Irjen Agus menegaskan, Polri tidak boleh lelah untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini. Bagi dia, ini adalah tugas kehormatan.
"Kita tidak boleh capek. Kita harus hadir di lapangan dan mengelolanya dengan betul karena ini amanah. Negara harus hadir menjamin rangkaian Operasi Ketupat ini," ucap Agus.
Kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk sendiri telah memicu respons. PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola layanan penyeberangan di sana telah menyampaikan permohonan maaf.
Sekretaris perusahaan, Windy Andale, mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian penumpang.
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Windy, seperti dilansir Antara, Senin lalu.
Untuk mengurai antrean panjang dari Bali menuju Jawa Timur, Dermaga III Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi memberlakukan pola khusus. Pola 'tiba bongkar berangkat' (TBB) diterapkan pada kapal-kapal perbantuan guna mempercepat arus dan mengurangi kepadatan di Gilimanuk.
Artikel Terkait
Drone Jatuh di Hotel Al-Rasheed Baghdad, Serangan Terjadi di Dekat Kedubes AS
Kepala SPPG Ekasapta Bantah Isu Luberan Limbah, Klaim IPAL Beroperasi Normal
BPJPH Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Ramadan untuk Bangun Kepercayaan via Sertifikat Halal
Menhub Soroti Pelanggaran Aturan Logistik Sebabkan Kepadatan di Gilimanuk