Jerman Tegaskan Konflik Selat Hormuz Bukan Urusan NATO

- Selasa, 17 Maret 2026 | 04:00 WIB
Jerman Tegaskan Konflik Selat Hormuz Bukan Urusan NATO

Hari ini, Kanselir Merz dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Belanda Rob Jetten di Berlin. Pertemuan itu dipastikan akan diwarnai pertanyaan tentang bagaimana mereka menanggapi tuntutan Trump.

Ancaman Trump dan Tekanan ke Sekutu

Semua berawal dari wawancara Trump dengan Financial Times, Minggu (15/3). Dalam percakapan itu, ia menyebut masa depan NATO bisa "sangat buruk" jika sekutu-sekutu AS ogah membantu Washington membuka kembali selat vital tersebut.

Bukan cuma ke Eropa, tekanan juga dilayangkan ke Beijing. Trump mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping yang rencananya digelar akhir bulan ini. Tujuannya satu: mendesak China agar turut membantu mengamankan lalu lintas di Hormuz.

"Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Namun begitu, tampaknya ancaman dan desakan itu belum cukup untuk menggerakkan sekutu seperti Jerman. Mereka tetap pada pendiriannya, memisahkan konflik ini dari kewajiban aliansi.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar