Hari ini, Kanselir Merz dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Belanda Rob Jetten di Berlin. Pertemuan itu dipastikan akan diwarnai pertanyaan tentang bagaimana mereka menanggapi tuntutan Trump.
Ancaman Trump dan Tekanan ke Sekutu
Semua berawal dari wawancara Trump dengan Financial Times, Minggu (15/3). Dalam percakapan itu, ia menyebut masa depan NATO bisa "sangat buruk" jika sekutu-sekutu AS ogah membantu Washington membuka kembali selat vital tersebut.
Bukan cuma ke Eropa, tekanan juga dilayangkan ke Beijing. Trump mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping yang rencananya digelar akhir bulan ini. Tujuannya satu: mendesak China agar turut membantu mengamankan lalu lintas di Hormuz.
"Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," kata Trump kepada surat kabar tersebut.
Namun begitu, tampaknya ancaman dan desakan itu belum cukup untuk menggerakkan sekutu seperti Jerman. Mereka tetap pada pendiriannya, memisahkan konflik ini dari kewajiban aliansi.
Artikel Terkait
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia
Polisi Ungkap Rute Pelarian dan Ganti Baju Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Jakarta Method: Sejarah Gelap Ibu Kota sebagai Sandi Perang Dingin
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik