Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS terus bergulir. Kali ini, fokusnya pada rekaman kamera pengawas. Polisi menyebut, tak kurang dari 86 titik CCTV yang mereka ambil untuk dianalisis. Titik-titik itu dipilih berdasarkan rute yang diduga dilalui pelaku, baik saat berangkat maupun pulang.
Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan rinciannya dalam keterangan pers Senin lalu.
"Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya," ujarnya.
Dari jumlah itu, sumbernya beragam. Tujuh diambil dari sistem tilang elektronik. Lalu, 27 titik berasal dari Diskominfotik dan 8 titik lagi dari Dinas Perhubungan. Sisanya, yang cukup signifikan, justru datang dari masyarakat.
"Kemudian ada 44 titik CCTV dari warga, artinya rumah warga, kemudian perkantoran maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur perlintasan pelaku," jelas Imanuddin.
Bayangkan saja, dari semua titik itu terkumpul 2.610 video dengan total durasi mencapai 10.320 menit. Angka yang tidak main-main. Makanya, tim penyidik butuh waktu berhari-hari hanya untuk menganalisis tumpukan rekaman digital tersebut.
"Sehingga kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku," bebernya.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol