Lalu, bantuan seperti apa yang dia harap? Saat ditanya FT, Trump menyebut secara spesifik. Ia menginginkan kapal penyapu ranjau. Tak cuma itu, juga "orang-orang yang akan menyingkirkan beberapa aktor jahat yang berada di sepanjang pantai." Sebuah sindiran tak langsung kepada Iran.
Di sisi lain, agenda diplomatiknya dengan China pun ikut terdampak. Pertemuan puncak mendatang dengan Presiden Xi Jinping di Beijing berpotensi ditunda. Trump mendesak Beijing untuk ikut berperan membuka selat itu.
"Kami ingin tahu sebelum itu,"
tegasnya. Alasannya jelas: ketergantungan China dan banyak negara Eropa pada minyak dari Teluk jauh lebih besar ketimbang AS. Tekanan diplomatik ini, tampaknya, menjadi cara Trump menggerakkan banyak pihak sekaligus. Situasinya rumit, dan nada bicaranya terasa seperti ultimatum.
Artikel Terkait
Iran Tantang AS Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia, Bantah Klaim Trump
TNI AU Bantah Keterlibatan Personel dalam Dugaan Penjualan Tramadol di Depan Markasnya
Gelombang Awal Mudik Lebaran Mulai Padati Stasiun Pasar Senen
Polisi Gagalkan Dugaan Pesta Seks Sesama Jenis di Jember, Empat Pria Diamankan