Gelombang pemudik mulai terasa di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak. Menjelang Lebaran 2026, antusiasme untuk pulang kampung tampak jelas dari ramainya aktivitas di pelabuhan ini. Catatan harian menunjukkan, ada sekitar 2.900 penumpang yang naik dan turun kapal hanya dalam satu hari.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, membeberkan rinciannya. Pada Minggu (15/3) lalu, setidaknya 20 kapal speedboat beroperasi penuh. “Penumpang yang turun 1.659 orang, sementara yang naik 1.250 orang,” ujarnya.
“Total penumpang yang terlayani mencapai 2.909 orang dalam sehari,” kata Sepuh dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pengamanan di semua titik transportasi jadi prioritas utama selama Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 berlangsung. Tujuannya sederhana tapi krusial: memastikan arus mudik aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Kehadiran personel di lapangan, tegas dia, adalah bentuk pelayanan nyata Polri untuk masyarakat.
“Kami ingin masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa nyaman dan terlindungi. Karena itu personel kami terus melakukan pengamanan, patroli, serta pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, sesuai dengan slogan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tambahnya.
Artikel Terkait
Ramadhan dan Ironi Konsumsi: Puasa Seharusnya Ajarkan Pengendalian Diri, Bukan Pesta Makan
Wamen LHK Pantau Kesiapan Pengelolaan Sampah di Stasiun Tegal Jelang Arus Mudik
Polisi Ungkap Ketenangan Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Ledakan Kapal LPG di Pelabuhan Selayar Tewaskan Dua Orang