"Panas... panas... panas. Air keras... air keras. Ya Allah, tolong, air keras... air keras... air keras,"
Teriakannya terdengar jelas dalam rekaman CCTV yang diakses pada Jumat (13/3). Adegan itu menggambarkan keputusasaan yang mendalam. Di sisi lain, aksi pelaku yang kabur dengan motor menambah daftar panjang kekerasan yang masih mengancam.
Kini, semua mata tertuju pada proses hukum. Perintah Presiden sudah diberikan, tinggal eksekusi di lapangan. Masyarakat menunggu, apakah kasus ini akan menemui titik terang, atau justru tenggelam seperti banyak kasus lainnya.
Artikel Terkait
17 Pemudik Pingsan Diterpa Panas dalam Kemacetan 32 Km Menuju Gilimanuk
Yadea Siap Luncurkan Motor Listrik Baru dengan Jangkauan 150 Km dan Garansi 5 Tahun
Ancaman Pencabutan Lisensi FCC Picu Perpecahan di Tubuh Partai Republik
Kebijakan WFA Libur Lebaran 2026 Langsung Sepatkan Stasiun Palmerah