Namun begitu, upaya tak cuma bertumpu pada penambahan kapal. Di lapangan, koordinasi intensif terus digalang. ASDP bersama KSOP, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah berusaha keras mengatur lalu lintas di kawasan pelabuhan agar tetap terkendali. Tujuannya satu: memastikan pergerakan kendaraan, baik pemudik maupun logistik, bisa berjalan semulus mungkin.
Dukungan infrastruktur juga cukup mumpuni. Lintasan Ketapang-Gilimanuk didukung 17 dermaga aktif. Yang menarik, dermaga LCM secara khusus difokuskan untuk melayani kendaraan logistik. Pemilahan ini penting, agar arus truk barang tidak bercampur dan mengganggu arus kendaraan penumpang yang biasanya lebih padat.
Memang, peningkatan pergerakan ini sudah bisa ditebak. Menjelang penutupan layanan penyeberangan dari Gilimanuk pada 18–20 Maret 2026 untuk Nyepi, gelombang pemudik dan pengiriman barang logistik meningkat drastis. Situasi inilah yang memicu antrean panjang di sisi Bali.
Menyadari ketidaknyamanan yang terjadi, Windy pun menyampaikan permintaan maaf. "ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tutupnya. Harapannya, dengan berbagai terobosan ini, antrean bisa segera menyusut dan perjalanan mudik pun bisa lebih lancar.
Artikel Terkait
Perbatasan Rafah Akan Dibuka Kembali Secara Terbatas Mulai Rabu
Truk Pengangkut Hebel Terguling, Kemacetan Parah Landa Jalan Gatot Subroto
Bank Danamon Siapkan Layanan Terbatas di 45 Cabang Saat Libur Panjang Maret 2026
Lebaran 2026: 143,91 Juta Pemudik Diprediksi, 10 Ruas Tol Dibuka Gratis