Ia juga menegaskan bahwa AS akan segera mengawal kapal tanker yang melintasi selat sempit itu. Sebuah janji yang jelas ditujukan untuk menegaskan dominasi.
Iran Tak Tinggal Diam
Di sisi lain, respons Iran datang dengan cepat dan tak kalah keras. Angkatan Bersenjata Iran langsung membalas dengan ancaman balasan yang spesifik.
Menurut pernyataan resmi dari Markas Besar Pusat Al-Anbiya militer Iran yang dilansir AFP, mereka akan membalas jika fasilitas energi mereka benar-benar diserang. Targetnya? Infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS.
Pernyataan itu, yang juga dilaporkan oleh kantor berita Fars dan Tasnim, menyebut aset-aset tersebut akan "segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu."
Jelas, ini adalah respons langsung terhadap klaim Trump sebelumnya. Ketegangan di kawasan itu, sekali lagi, memanas hanya dalam hitungan jam. Kedua pihak saling menunjuk senjata lewat kata-kata, sementara dunia menunggu perkembangan selanjutnya dengan was-was.
Artikel Terkait
Porter Stasiun Senen Raup Rp500 Ribu per Hari Saat Puncak Arus Mudik
Gerindra Siapkan Hadiah Rp 10 Juta bagi Pelapor Penyelewengan BBM Subsidi
Korlantas Pantau Arus Mudik Lancar di Cikampek via Drone, Puncak Diprediksi Pekan Depan
Chelsea Tumbang di Kandang, Harapan Liga Champions Terancam