Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah.
Eskalasi militer inilah yang kemudian memicu blokade "de facto" di Selat Hormuz. Padahal, selat ini adalah jalur nadi bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Gangguan ini langsung terasa. Ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk pun ikut terdampak, menambah ketidakpastian di pasar energi dunia.
Di sisi lain, situasi ini membuat negara-negara lain ikut merasakan dampaknya. Itu mungkin yang mendasari seruan Trump untuk membentuk semacam koalisi maritim. Meski begitu, nada ancaman yang ia sampaikan terhadap Iran terasa sangat keras dan justru berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut.
Sumber: Sputnik
Artikel Terkait
Porter Stasiun Senen Raup Rp500 Ribu per Hari Saat Puncak Arus Mudik
Gerindra Siapkan Hadiah Rp 10 Juta bagi Pelapor Penyelewengan BBM Subsidi
Korlantas Pantau Arus Mudik Lancar di Cikampek via Drone, Puncak Diprediksi Pekan Depan
Chelsea Tumbang di Kandang, Harapan Liga Champions Terancam