Washington Lewat unggahan di Truth Social, Sabtu lalu, Donald Trump punya seruan terbuka. Mantan Presiden AS itu meminta sejumlah negara, mulai dari China, Prancis, hingga Inggris, untuk mengerahkan kapal perang mereka ke Selat Hormuz. Tujuannya jelas: menjaga perairan strategis itu tetap terbuka untuk lalu lintas kapal internasional.
"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana," tulis Trump.
Ia menambahkan, "Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan."
Pernyataan itu tak berdiri sendiri. Trump juga bersumpah akan terus menjatuhkan bom di pesisir Iran. Bahkan, kata dia, AS akan "terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran." Semua tindakan itu, klaimnya, demi satu hal: menjamin keamanan dan kebebasan pelayaran di selat sempit itu.
Latar belakang seruan ini memang panas. Kita mundur sedikit ke akhir Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Sasaran termasuk Teheran. Serangan itu meninggalkan kerusakan infrastruktur yang parah dan, tentu saja, korban jiwa.
Artikel Terkait
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka dengan Syarat Khusus
Politisi DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Andrie Yunus
Polisi Megamendung Amankan 30 Botol Miras dalam Patroli Ramadan
Amri/Nita Akui Masalah Konsistensi Usai Gagal ke Final Swiss Open