Dari penyelidikan sementara, senjata dan amunisi yang dibeli itu rencananya akan disalurkan ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berkeliaran di wilayah Yalimo dan Yahukimo. Senjata-senjata itu jelas untuk memperkuat persenjataan mereka di pegunungan Papua.
Brigjen Faizal tak lupa mengimbau masyarakat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya pada Sabtu (14/3/2026).
Modus operandi jaringan ini cukup terorganisir. Mereka mengutus orang-orang dari wilayah pegunungan untuk turun ke Jayapura. Tugasnya cari jaringan atau pihak yang bisa sediakan senjata dan amunisi. Dananya dikumpulkan secara patungan, sebelum akhirnya persenjataan itu dibawa kembali ke basis kelompok bersenjata.
Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan tidak akan berhenti sampai di sini. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan komitmen mereka.
“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata,” ujar Yusuf.
Hingga saat ini, tim penyidik masih memburu pihak lain yang diduga jadi pemasok dalam jaringan ini. Salah satu orang yang sudah diketahui identitasnya disebut punya peran kunci dalam menyuplai senjata ilegal ke Papua. Pengejaran masih terus berlangsung.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Gratiskan Transportasi Publik dan Beri Diskon Wisata Saat Lebaran
OLXmobbi Gandeng Motul Berikan Paket Perawatan untuk Pembeli Mobil Bekas
Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan, Jangan Paksakan Diri
Astra dan Honda Siapkan 1.600 Teknisi dan Posko 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026