Tak cuma itu, Dedi juga mencontohkan layanan lain yang disediakan. Seperti pos terpadu tematik dan Posyan Masjid. Tempat-tempat itu menyediakan fasilitas istirahat, hiburan ringan, sampai ruang ibadah yang nyaman. Bahkan, takjil gratis pun disiapkan untuk mereka yang sedang berpuasa.
"Ini sangat membantu masyarakat untuk memulihkan kekuatan sebelum melanjutkan perjalanan," tuturnya.
Semua inovasi tadi, di mata Dedi, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat tahun ini: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Pelayanan yang manusiawi, menurutnya, adalah kunci utamanya.
Usai mendengarkan paparan dan memberi arahan, kegiatan dilanjutkan dengan hal yang lebih cair. Komjen Dedi menyalurkan paket sembako untuk personel gabungan yang bertugas. Lalu, ia menyapa langsung para pemudik yang sedang beristirahat.
Dengan santai, ia mengingatkan mereka untuk berhati-hati di jalan. "Kalau capek, istirahat," katanya kepada seorang pemudik sambil menyerahkan bingkisan.
Pesan penting lainnya juga ia sampaikan. Masyarakat diminta tidak beristirahat di bahu jalan tol karena risikonya sangat tinggi. Jika rest area penuh, petugas diinstruksikan untuk tetap melakukan pengamanan dan mitigasi di sekitarnya. Langkah kecil, tapi bisa menyelamatkan nyawa.
Peninjauan itu pun berakhir. Suasana rest area kembali seperti semula, dengan para pemudik sibuk mempersiapkan perjalanan. Namun pesan tentang keamanan dan pelayanan yang manusiawi, tampaknya, masih akan terus bergema sepanjang operasi mudik ini berlangsung.
Artikel Terkait
Antrean Motor Padati Pelabuhan Ciwandan, Merak dan Bakauheni Masih Lengang
MA Kukuhkan Vonis 6 Tahun Penjara untuk Nikita Mirzani
Gubernur Anung Imbau Warga Gunakan Angkutan Umum ke Taman Bendera Pusaka
KPK Beberkan Modus Pemerasan THR Bupati Cilacap yang Berulang Sejak 2025