Begitu bunyi pernyataan Trump pada Jumat (13/3). Namun, dia memberi catatan. Trump mengaku sengaja tidak menyentuh infrastruktur minyak di pulau itu untuk sementara.
Nah, ancaman Trump yang kedua inilah yang kelihatannya memicu reaksi Teheran. Selat Hormuz, jalur sempit yang vital itu, memang jadi persoalan pelik. Biasanya, seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melintas di sana. Tapi sejak akhir Februari lalu, selat itu ditutup. Pemicunya adalah serangan skala besar AS dan Israel terhadap Iran.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Situasi yang sudah panas jadi makin meluas, dan ancaman terhadap infrastruktur energi global kini menggantung di udara.
Artikel Terkait
Kapolda Banten Pastikan Arus Mudik di Pelabuhan Ciwandan Lancar dan Tertib
Wakapolri Pantau Arus Mudik dari Udara, Pastikan Kondisi Lancar dengan Dua Jenis Drone
Jadwal Buka Puasa Bandung 14 Maret 2026 Pukul 18.10 WIB
Perantau Tempuh Rute Berliku Jakarta-Surabaya-Medan Demi Mudik Lebaran