Laga itu jelas menguras tenaga. Namun begitu, kesabaran jadi kunci. Alih-alih buru-buru menyerang, Putri memilih bermain variatif dan menunggu momentum yang tepat.
“Cukup senang pastinya bisa keluar dari tekanan. Cukup berat mengejar banyak poin ketinggalan. Tapi saya coba sabar, tidak buru-buru, dan menambah variasi,” tuturnya.
Di semifinal, tantangan menunggu. Putri akan berhadapan dengan mantan juara dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara. Bukan lawan sembarangan.
Putri menyadari betul hal itu. Gaya bermain Okuhara dikenal ulet dan sangat sulit untuk dimatikan.
“Besok lawan Okuhara yang pasti harus siap capek lagi. Bolanya akan lebih sulit dan tidak gampang mati. Dia punya spekulasi-spekulasi yang cukup baik,” ucap Putri, sudah mempersiapkan mental untuk duel yang melelahkan.
Di tengik kesibukan turnamen, ada hal yang dia nikmati: atmosfer Swiss. Suasana turnamen di sana, menurutnya, terasa nyaman dan menyenangkan. Sebuah penyegar kecil di antara tekanan pertandingan.
Artikel Terkait
Polisi Bubarkan Balap Liar di Cibinong, Tiga Motor Brong Diamankan
Pasar Tanah Abang Blok A Tutup Sementara untuk Libur Lebaran 2026
Kapolda Banten Pastikan Arus Mudik di Pelabuhan Ciwandan Lancar dan Tertib
Wakapolri Pantau Arus Mudik dari Udara, Pastikan Kondisi Lancar dengan Dua Jenis Drone