"Perempuan diharapkan bisa jadi garda terdepan," ujarnya lagi.
Maksudnya, untuk menjaga tatanan sosial yang aman dan nyaman, sekaligus berkontribusi membangun masyarakat yang lebih baik.
Menjelang maghrib, nuansa acara berubah. Agenda formal berganti dengan buka puasa bersama, sebuah momentum untuk mempererat kebersamaan. Tak hanya itu, para peserta juga turun ke jalan. Mereka membagikan takjil kepada para pengemudi becak, petugas keamanan, dan pekerja lain yang masih sibuk saat waktu berbuka tiba.
Kegiatan berbagi ini, kata Erma, adalah bentuk empati sekaligus kepedulian. Bulan Ramadhan dianggapnya sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak amal dan menguatkan kebersamaan.
Harapannya sederhana tapi mendasar: sosialisasi ini bisa memperkuat semangat kebangsaan, gotong royong, dan kecintaan pada negara.
"Kami berharap ada "sharing" pengetahuan dan wawasan," pungkas Erma.
Dengan begitu, kebersamaan dan militansi terhadap negeri ini tetap tumbuh subur, dimulai dari hal-hal kecil dan nyata.
Artikel Terkait
F-PKB MPR Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Ketua Umum ISKI Baru: Komunikasi Krusial Jaga Kedaulatan di Era Banjir Disinformasi
Pemkot Semarang Jemput Warga Bermudik dari Jakarta dengan 7 Bus Khusus
Dua Mantan Pegawai Kementan Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Dana Dinas Rp 6 Miliar