Dari Riyadh, Senin (9/3) lalu, sebuah pertemuan virtual tingkat tinggi digelar. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan bin Abdullah, hadir mewakili Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pertemuan ini menghimpun para pemimpin dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Namun begitu, ruang dialog itu tak hanya diisi oleh mereka. Tampak pula para pemimpin dari Yordania, Mesir, Irak, hingga Suriah. Lebanon, Turki, dan Armenia juga turut serta. Dari kawasan Eropa, kehadiran Presiden Dewan Eropa dan Presiden Komisi Eropa melengkapi daftar panjang peserta.
Ada apa sebenarnya? Inti pembahasannya serius. Mereka membicarakan serangkaian serangan yang baru saja terjadi. Serangan-serangan itu, menurut sejumlah laporan, tak hanya menyasar infrastruktur vital atau misi diplomatik. Dampaknya sudah mengenai warga sipil biasa, menciptakan situasi yang mencemaskan.
Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Eropa bersuara lantang. Mereka menegaskan kembali bahwa hubungan dengan negara-negara peserta adalah hubungan strategis. Lebih dari itu, mereka menyatakan solidaritas penuh di masa-masa sulit seperti sekarang. "Kami berdiri bersama Anda," kira-kira begitu nada pernyataan mereka.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran Mulai Padati Stasiun Pasar Senen, Sebagian Pemudik Berangkat Lebih Awal
Pemerintah Terapkan WFA untuk Antisipasi Arus Balik 144 Juta Pemudik Lebaran 2026
Persija Jakarta Tak Ambil Pusing dengan Julukan APBD FC dan Anak Papa
DPR Mulai Uji Kelayakan 10 Calon Komisioner OJK di Tengah Gejolak Pasar Global