Harita Nickel (NCKL) Catat Kinerja Keuangan & Komitmen Berkeljutan Hingga 2025

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:54 WIB
Harita Nickel (NCKL) Catat Kinerja Keuangan & Komitmen Berkeljutan Hingga 2025

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau dikenal sebagai Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi, menunjukkan komitmen kuat pada praktik pertambangan berkelanjutan sambil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga Kuartal III 2025. Pencapaian ini sejalan dengan fokus perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Sebagai bukti komitmennya, Harita Nickel menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menjalani audit penuh oleh Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar global terkomprehensif untuk penilaian keberlanjutan di sektor pertambangan. Proses audit saat ini berada dalam tahap peninjauan dan mencakup lebih dari 30.000 pekerja serta kontraktor, menjadikannya audit IRMA dengan cakupan tenaga kerja terbesar di dunia.

Lukito Gozali, Head of Investor Relations Harita Nickel, menyatakan bahwa kombinasi antara penerapan standar keberlanjutan global dan kinerja finansial yang solid mencerminkan upaya konsisten perusahaan dalam menumbuhkan nilai ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan. Partisipasi dalam audit IRMA menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses bisnis sesuai standar global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penerapan Praktik Berkelanjutan Harita Nickel

Dalam mendukung transisi energi bersih, Harita Nickel mempercepat pemasangan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Hingga Oktober 2025, progres konstruksi telah mencapai 38% dengan instalasi yang tersebar di atap permukiman karyawan dan fasilitas produksi. Proyek energi terbarukan ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi di kawasan industri nikel.

Di bidang sosial, perusahaan telah mengoperasikan fasilitas pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Desa Kawasi yang mampu mengolah 1,8 ton sampah per hari menjadi kompos dan material daur ulang. Selain itu, Harita Nickel mengembangkan zona ekonomi baru dengan lebih dari 20 kios milik masyarakat lokal, menciptakan peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Kinerja Operasional dan Keuangan yang Positif

Sejalan dengan komitmen keberlanjutan, Harita Nickel mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat hingga Kuartal III 2025. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 22,40 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini, didorong oleh efisiensi berkelanjutan dan optimalisasi fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) serta Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang beroperasi stabil di Pulau Obi.

Perusahaan saat ini melanjutkan pembangunan fasilitas RKEF ketiga (KPS) dengan kapasitas produksi hingga 185.000 ton kandungan nikel dalam feronikel per tahun. Hingga Oktober 2025, progres fase kedua telah mencapai 91%, sementara fase ketiga mencapai 44%. Fasilitas baru ini akan memperkuat kontribusi Harita Nickel terhadap hilirisasi industri nikel nasional dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

Dengan landasan keseimbangan antara kinerja finansial yang solid, tata kelola yang kuat, serta kepedulian terhadap sosial dan lingkungan, Harita Nickel menegaskan posisinya sebagai perusahaan pertambangan yang bertumbuh secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta masa depan industri nikel Indonesia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar