Pasca banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, suasana di lapangan kini ramai oleh suara mesin diesel. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI turun tangan, mengerahkan ekskavator dan dump truck untuk mengusir lumpur dan pasir yang memblokade jalan-jalan utama. Fokusnya jelas: membuka akses yang vital bagi warga di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang secepat mungkin.
Menurut Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, normalisasi jalur transportasi ini krusial. Tanpa jalan yang bersih, aktivitas masyarakat mandek total.
ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis lalu. Namun begitu, upaya pemulihan tak hanya mengandalkan besi. Ada strategi lain yang dijalankan bersamaan.
Di sisi lain, BNPP juga menggelar program padat karya tunai. Lewat skema ini, warga setempat dilibatkan langsung. Mereka tak cuma menunggu bantuan, tapi juga turun tangan membersihkan puing, memperbaiki fasilitas umum, dan menata kembali lingkungan mereka yang rusak. Program ini disebut-sebut sebagai gagasan Mendagri Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas PRR.
Makhruzi melihat ini sebagai solusi yang efektif. Rehabilitasi wilayah berjalan, sementara ekonomi warga yang terdampak juga dapat sedikit terangkat.
Artikel Terkait
Pohon Tua Tumbang di Depan SMKN 30 Jakarta, Tiga Pengendara Terluka
Kementerian Kebudayaan Gandeng Lima Lembaga untuk Perkuat Ekosistem Budaya
Mantan Kontestan Indonesian Idol Piche Kota Ditahan Terkait Dugaan Pencabulan Siswi SMA
Polri Kerahkan 89 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026