Muhammad Arief Rosyid Hasan tiba-tiba jadi buah bibir. Wakil Ketua Umum AMPI ini viral gara-gara satu pernyataan yang dianggap berlebihan, yaitu membela Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Di media sosial, omongannya itu menyulut banyak reaksi.
Jalur karirnya sendiri dimulai dari dunia kampus. Arief pernah memimpin PB HMI, tepatnya periode 2013 sampai 2015. Dari sanalah jejaknya mulai terlihat.
Puncaknya, ia masuk ke panggung politik nasional saat dipercaya jadi Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Sejak momen itulah, namanya kerap muncul di sejumlah posisi strategis, terutama di lingkungan BUMN.
Menariknya, saat sorotan mengarah padanya, data LHKPN justru mengungkap sesuatu yang lain. Kekayaan Arief melonjak hampir dua kali lipat dalam setahun, persis saat ia masih menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia Tbk.
Lonjakan Kekayaan yang Menyolok
Berdasarkan laporan ke KPK, harta Arief naik sekitar Rp1,65 miliar atau hampir 100 persen. Angkanya cukup fantastis.
Pada Maret 2022, untuk periode 2021, total kekayaannya tercatat Rp1,65 miliar. Setahun kemudian, di laporan Maret 2023, angka itu sudah melonjak jadi Rp3,3 miliar lebih. Peningkatannya nyaris dua kali lipat.
Asetnya didominasi oleh peningkatan di pos keuangan. Surat berharga naik dari Rp97 juta jadi sekitar Rp168 juta. Tapi yang paling mencolok adalah kas dan setara kasnya: dari Rp1,17 miliar melesat menjadi Rp2,73 miliar. Ia juga melaporkan punya satu mobil Toyota Fortuner atau Jeep senilai Rp400 juta. Uniknya, dalam dua laporan itu, ia tak mencantumkan kepemilikan tanah atau bangunan sama sekali.
Artikel Terkait
Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru Resmi Dihentikan, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana
Amien Rais Soroti KUHP Baru: Alat Legalisasi Otoritarianisme di Era Prabowo-Gibran
Macron Soroti Kecenderungan AS Menjauh dari Sekutu dan Aturan Global
Gencatan Senjata Diumumkan Usai Bentrokan Suriah-Kurdi di Aleppo