Harapannya, seruan ini didengar oleh banyak pihak. Baik pemerintah, organisasi masyarakat, hingga aktor global. Semuanya diharap bisa bahu-membahu mendorong diplomasi dan dialog yang tulus untuk mengakhiri kekerasan di Timur Tengah.
Acara itu sendiri tidak hanya berisi santunan dan seruan. Ada juga dimensi spiritual yang kuat. Para peserta menggelar doa bersama untuk perdamaian, khususnya bagi wilayah-wilayah yang sedang dilanda konflik seperti Palestina dan Iran.
Doa dipimpin oleh Ustaz Ziyad Muhammad, Ketua Majelis Tabligh PCM Tanah Abang I. Dalam pandangannya, bulan Ramadan ini seharusnya jadi momentum tepat untuk memperkuat kepedulian. Juga untuk meneguhkan komitmen pada nilai keadilan dan kemanusiaan yang sering terabaikan.
Melalui momen sederhana ini, KAUMY DK Jakarta berharap pesan perdamaiannya tak sekadar jadi wacana. Tapi bisa menjadi pengingat bagi semua: bahwa upaya bersama untuk menjaga kemanusiaan itu sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Piche Kota Ditahan Usai Pulih dari Vertigo, Terlibat Kasus Pemerkosaan Siswi
Bitcoin Rebound Usai Komentar Trump Redakan Ketegangan Minyak
Menteri Perdagangan Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran 2026
Pengendara Motor Luka Berat Usai Ditabrak Pikap yang Hilang Kendali di Tenjo