Pernyataan panas ini muncul bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright mengunggah klaim bahwa Angkatan Laut AS mengawal sebuah kapal tanker minyak melewati selat strategis itu. Namun unggahannya di platform X itu kemudian dihapus. Menurut laporan Al-Jazeera, Rabu (11/3/2026), kejadian inilah yang memicu reaksi tegas dari Iran.
Di sisi lain, pemerintah Iran juga menuding Washington punya agenda lain. Menteri Luar Negeri Iran menyebut AS sengaja ‘menyebarkan berita palsu’ terkait Selat Hormuz. Tujuannya? Untuk memanipulasi pasar keuangan global. Situasi di selat sempit yang menjadi jalur vital minyak dunia ini memang selalu rentan memicu ketegangan. Setiap pernyataan, apalagi yang bersifat militer, langsung mengguncang pasar.
Jadi, ancaman Iran kali ini jelas memperkeruh suasana. Selat Hormuz kembali menjadi titik api, dengan kedua pihak saling menyangkal dan mengancam. Yang pasti, perairan itu kini makin berbahaya untuk dilintasi.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Diduga Pembunuhan Pria 65 Tahun di Bekasi
OJK Malang Catat Kredit Tumbuh 4,66% yoy, NPL dan Blokir Rekening Judi Meningkat
Dinkes DKI Ingatkan Waspada Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran
Sidang Putusan Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Digelar Hari Ini