Menurut Quraish Shihab, doa itu masih sangat relevan untuk konteks kepemimpinan saat ini. Ia lalu melanjutkan kutipan doa gurunya yang dalam.
"Baru beliau berkata, dan ini yang ingin saya doakan buat Bapak. Katanya: Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat, dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak."
Ada harapan besar yang terselip di sana. Quraish Shihab juga berdoa agar Prabowo selalu dibantu Tuhan jika memang takdirnya adalah menegakkan keadilan dan perdamaian.
"Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia, katanya, menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak," ujarnya tegas.
Sebelum mengakhiri, ia mengajak seluruh hadirin berdoa bersama untuk kedamaian sebuah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Suasana hening seketika menyelimuti ruangan.
"Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak ke dalam surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan. Amin, amin, amin ya Rabbal ‘Alamin."
Dan usai semua kata dan doa disampaikan, momen singkat antara Presiden dan sang ulama itulah yang kemudian mengundang tafsir. Sebuah gambar yang berbicara, setelah rangkaian kalimat penuh makna.
Artikel Terkait
Suami Siri Ditangkap Usai Mayat Istri Tinggal Tulang Ditemukan di Depok
Bhayangkara Lampung FC Kalahkan Arema FC 2-1 Meski Lawan Bermain 9 Pemain
Presiden Prabowo Bantu Turunkan Quraish Shihab dari Panggung di Acara Nuzulul Quran
Kongres AS Desak Kajian Biaya Perang Iran yang Capai Rp33,7 Triliun per Hari