Namun begitu, ketika ditanya apakah keputusan ini ada kaitannya dengan eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah, sang Panglima memilih diam. Ia enggan berkomentar lebih jauh. "Oke ya, makasih ya. Itu hal biasa, Siaga 1 itu," tegasnya, mengakhiri topik itu.
Ada satu hal lain yang juga ramai diperbincangkan publik: kemunculan kendaraan taktis dan sejumlah prajurit di sekitar Monas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Agus pun memberi penjelasan. Menurutnya, itu juga bagian dari latihan kesiapsiagaan tadi. Selain menguji personel dan alat, ada perhitungan waktu tempuh yang sedang dikaji.
"Kita juga menghitung dari wilayah-wilayah tersebut ke Jakarta berapa menit. Jadi kalau terjadi sesuatu di Jakarta, bisa cepat digerakkan," kata Agus.
Soal kehadiran mereka di Monas itu, Agus menyebut bahwa semua personel dan kendaraan kini sudah ditarik kembali. "Sudah mulai kita kembalikan ke satuan-satuan," jelasnya. Penarikan itu bahkan dibantu oleh kepolisian, dalam rangka persiapan menyambut Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang akan datang.
Terakhir, tentang berapa lama status Siaga 1 ini akan berlaku, Agus kembali menegaskan bahwa tidak ada rentang waktu khusus. Baginya, ini murni uji kesiapan. "Tidak ada. Itu kan uji kesiapsiagaan. Kalau sudah kita cek, kita kembalikan lagi ke kesatuan," pungkasnya. Intinya, semua kembali normal setelah pengecekan selesai.
Artikel Terkait
WNI Bercerita 10 Bom Melintas di Atas KBRI Teheran Saat Evakuasi
DPR Gelar Uji Kelayakan 10 Calon Pimpinan OJK Besok
Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS dan Israel
Mayat Perempuan Muda Ditemukan Terbungkus Karung di Bantaran Sungai Denai