Menlu: 36 WNI di Iran Daftar Repatriasi Gelombang Kedua

- Selasa, 10 Maret 2026 | 21:55 WIB
Menlu: 36 WNI di Iran Daftar Repatriasi Gelombang Kedua

Bandara Soekarno-Hatta sore itu ramai seperti biasa. Tapi di tengah keramaian itu, ada sekelompok orang yang baru saja turun dari pesawat dengan wajah lega. Mereka adalah 22 Warga Negara Indonesia yang baru saja dievakuasi dari Iran, menjadi gelombang pertama yang berhasil dibawa pulang.

Menteri Luar Negeri Sugiono yang menemui mereka di bandara langsung memberikan kabar terbaru. Ternyata, proses evakuasi ini belum selesai.

"Gelombang kedua saat ini, per sore ini, sudah ada 36 yang mendaftarkan diri untuk bisa direpatriasi ke Tanah Air dari Iran," ujar Sugiono kepada para wartawan.

Angka itu bisa saja bertambah. Situasi di Timur Tengah yang masih panas membuat pemerintah tak mau berlambat-lambat. Meski begitu, jadwal kepulangan ke-36 WNI itu belum bisa dipastikan secara hitam di atas putih. Semuanya masih dalam koordinasi yang ketat.

"Kapannya, ya nanti kita lihat," lanjut Menlu Sugiono. "Itu kan ada beberapa hal ya, beberapa faktor. Situasi di Teheran sendiri, kemudian situasi perbatasannya, situasi negara berikutnya yang kita tuju. Mudah-mudahan ya dalam minggu ini."

Jelas sekali, banyak variabel yang harus dipertimbangkan. Keamanan di ibu kota Iran, kondisi perbatasan yang mungkin berubah-ubah, sampai ketersediaan rute evakuasi yang aman. Semuanya diperhitungkan matang-matang.

Namun begitu, semangat untuk memulangkan warga negara tetap jadi prioritas utama. Setelah 22 orang tadi, rencananya masih ada lagi yang menyusul.

"Besok 10 lagi yang berasal dari Iran," imbuh Sugiono, menegaskan bahwa upaya ini akan terus berlanjut.

Jadi, selain 36 orang yang sudah mendaftar untuk gelombang kedua, masih ada sepuluh orang lainnya yang dijadwalkan tiba besok. Upaya Kemlu RI ini menunjukkan betapa kompleksnya evakuasi dari zona konflik, namun juga menunjukkan tekad untuk tidak meninggalkan warga negara di tanah asing saat situasi genting.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar